MEDAN - Universitas Sumatera Utara (USU) didorong menjadi pusat unggulan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Sumatera.

Harapan itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.

pada kegiatan Diskusi Bersama yang dihadiri pimpinan dan dekanat USU, Jumat, 25 September 2026 malam.

Menurutnya, USU memiliki posisi strategis untuk menjadi ujung tombak pengembangan iptek di wilayah Sumatera.

“Di Sumatera dan di Indonesia, tentu USU menjadi salah satu ujung tombak pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Mendiktisaintek.

Menurutnya, bangsa Indonesia, khususnya Sumatera, membutuhkan lebih banyak inovasi dan terobosan yang lahir dari perguruan tinggi. USU diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia unggul, produk penelitian, kebijakan berbasis pengetahuan hingga inovasi yang bisa dihilirkan.

Ia mengatakan, USU tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan, tetapi juga membangun budaya inovasi dan budaya intelektual yang kuat di lingkungan kampus.

“Bangsa kita dan juga Sumatera secara khusus tentu berharap banyak dari inovasi-inovasi, dari terobosan-terobosan yang dimiliki oleh USU untuk menghasilkan SDM unggul, produk-produk penelitian, kebijakan-kebijakan maupun hilirisasi yang diproduksi oleh USU sebagai ujung tombak pengembangan sains dan teknologi di Sumatera,” ujarnya.

Mendiktisaintek menilai USU memiliki modal besar untuk menjalankan peran tersebut.

Menurutnya, jumlah profesor dan doktor di USU merupakan kekuatan intelektual yang tidak dimiliki sembarang institusi. Karena itu, potensi tersebut harus dikembangkan lebih jauh, bukan hanya untuk kegiatan pengajaran.

“Saya selalu melihat kampus-kampus ini sebenarnya adalah tempat berkumpulnya SDM-SDM paling unggul di wilayah itu. Tidak ada satu tempat berkumpul sejumlah banyak profesor,” ujarnya.

Ia mendorong USU memperkuat arah menuju research university dan innovative university. Kampus, katanya, harus mampu mengubah kekayaan intelektual yang dimiliki para akademisi menjadi inovasi yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi.

“Kalau suatu kampus sudah berhasil menjual risetnya, menjual inovasinya, menjual kekayaan intelektualnya, intellectual property-nya, hak paten dan sebagainya, menjadi satu kekayaan dari kampus itu, maka inilah kampus yang masuk klaster satu,” katanya.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti pada pengajaran maupun menghasilkan artikel ilmiah. Riset harus didorong hingga menjadi produk, paten, startup dan industri berbasis teknologi.

Ia bahkan menantang USU mulai mengidentifikasi penelitian yang berpotensi berkembang menjadi perusahaan teknologi besar.

Mendiktisaintek menjelaskan, deep tech industry merupakan industri yang dibangun dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, Indonesia membutuhkan industri semacam itu jika ingin meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat secara signifikan.

Ia mencontohkan Nvidia yang awalnya berkembang dari riset teknologi grafis, tetapi kemudian mampu mengambil posisi penting dalam perkembangan kecerdasan buatan.

“Siapa yang menyangka riset untuk game itu 20 tahun kemudian menjadi riset kunci dari Artificial Intelligence? Nvidia tidak pernah membayangkan itu. Tapi begitu itu terjadi, mereka langsung take over, mengambil posisi itu,” katanya.

Menurutnya, contoh tersebut menunjukkan pentingnya riset yang kuat dan konsisten. Hasil penelitian yang saat ini belum terlihat manfaat ekonominya bisa saja menjadi teknologi penting ketika menemukan momentum dan kebutuhan industri.

“Riset yang konsisten, riset yang strong, yang kemudian pada saat momennya tepat, dia melompat menjadi industri raksasa,” ujarnya.

Mendiktisaintek juga menilai penguatan budaya inovasi di USU akan berdampak tidak hanya bagi kampus, tetapi juga bagi Sumatera Utara dan wilayah sekitarnya.

Kampus yang kuat dalam riset dan inovasi, katanya, dapat melahirkan perusahaan rintisan, industri baru serta lapangan kerja berbasis pengetahuan.

Karena itu, ia berharap USU dapat mengambil peran lebih besar sebagai center of excellence atau pusat unggulan iptek di Sumatera.

“PTN-BH seperti USU harus punya kelincahan untuk menangkap peluang ini,” katanya.USU Siapkan Transformasi

Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si menyambut baik harapan Mendiktisaintek, Prof Muryanto mengatakan kampusnya telah mulai melakukan transformasi dari teaching university menuju innovative university.

“Memang tidak mudah. Yang bisa mengubah itu ya kita sendiri dengan resources yang kita miliki,” kata Prof, Muryanto di depan para pimpinan USU dan dekanat.

Menurutnya, USU tengah melakukan transformasi secara bertahap dan konsisten.

“Masa itu akan datang jika kita lakukan di USU secara konsisten dan terus-menerus,” ujarnya.